Museum Keris Nusantara yang berada di kota Solo jawa tengah menyimpan ratusan koleksi senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Namun sebagian besar koleksi nya mayoritas berasal dari daerah jawa.

Kepala Dinas Kebudayaan UPT, Bambang MBS mengatakan sekitar 400 senjata tradisional, rata-rata adalah keris dan tombak dari Jawa. Sedangkan sisanya adalah senjata tradisional dari luar Jawa.

“Kira-kira rasio 1: 6, tapi bisa mewakili nusantara, karena ada Bugis, NTT, Irian, Aceh, Jawa. Setidaknya ada keragaman,” kata Bambang saat ditemui di Museum Keris, Kamis (10). / 8/2017).

Dari keseluruhan koleksi keris di museum nusantara ada 233 bilah keris dan tombak yang bisa dilihat disana. Sisanya disimpan dan ditampilkan dalam rotasi setiap tiga bulan sekali.

Sekitar 20 koleksi dari luar Jawa bisa dilihat di sudut lantai 4. Misalnya keris luk (bengkokan) 5 dengan susah (perkiraan waktu pembuatan) gayo. Lalu keris luk 9 si Bugis yang tangguh. Ada juga pedang dari Makassar.

Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, menilai keris Jawa layak mendapat porsi lebih besar di museum yang berada di Jalan Bhayangkara No 2 Solo. Karena selain menjadi senjata, belati adalah karya bernilai tinggi.

“Yang terpenting adalah keris, seperti pedang, rencong itu bukan pamornya (motif). Pamornya yang ada dibuat oleh para empu keris, yang mengandung makna filosofis mulia,” katanya.

Anggota tim kurator Museum Kerus Nusantara, Agus Triatmodjo, meluncurkan beberapa koleksi keris di museum tersebut yang merupakan mahakarya yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

“Sesuatu telah diciptakan sejak abad ke-8, ada juga penganut Budha, Singosari, Majapahit, dan Mataram yang kuat,” kata Agus.

Keris ini secara keseluruhan adalah hibah dan pinjaman dari masyarakat. Nama donor disebutkan dalam deskripsi keris.

“Museum ini bukan suatu hari, masa depannya masih panjang, kita tetap mengharapkan subsidi dari masyarakat untuk mendapatkan keris yang lebih baik, kalau bukan tidak mungkin tender, kita tetap berharap mendapat dukungan dari pemerintah,” kata dia.

Resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo, akses ke Museum Keris Nusantara saat ini gratis. Pengecualian biaya masuk berlaku sampai dengan 31 Agustus 2017.

“Mulai kemarin gratis sampai 31 Agustus gratis.” Misalkan ini bonus kemerdekaan, awal September, karena biaya perawatan untuk keris ini sangat bagus, “kata Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di Balaikota Surakarta, Kamis (10/08/2017).

Museum liburan setiap hari Senin. Kecuali pada hari Jumat, museum buka dari pukul 09:00 sampai 15:00. Saat Jumat buka dari pukul 09:00 sampai 23:30.

referensi : jual keris onlineid.wikipedia.org/wiki/Keris