Nah buat kamu anak mudah yang hobinya main game pc, tentunya kalian sangat sering banget kan pergi ke tempat yang jual game pc untuk mencari info game terbaru ? Hobi main game itu sangat menyenangkan, karena bisa menghibur diri kita yang mungkin saja sedang bosan atau sedih. Namun untuk sebagian orang, hobi main game itu sia-sia dan menghabiskan waktu.

Paul Teng

Namun anggapan tersebut di patahkan oleh seorang pemuda berusia 28 tahun bernama Paul Teng. Kini dia bisa sukses karena hobinya yang bermain game saat usia sekolah. Di usianya 28 tahun, kini dirinya menjadi CEO sekaligus co-founder Six Capitalatau SIXCAP Group. Salah satu perusahaan besar yang bergerak pada bidang teknologi finansial analisis data. Tugas Paul ialah bertanggung jawab untuk menentukan model serta strategi bisnis perusahaan. Sebagai seorang gamers sejati, Paul berhasil membuat terobosan menciptakan game yang ada kaitanya dengan dunia keuangan.

Game yang diciptakan Paul diberi nama TAGG. Game ciptaanya ini sangat mudah dimainkan, tugas kamu hanya berinvestasi sebesar mungkin agar mendapat profit yang besar pula. Pemain dituntut agar bisa menerapkan strategi yang cerdas agar profit yang diperoleh bisa tinggi nilainya.

Dengan kemunculan game TAGG ini membutikan bila saat ini bermain game tidak membuang waktu, karena dengan bermain game kita juga bisa belajar mengenai dunia investasi dan belajar mengatur strategi investasi yang tepat agar kita memproleh keuntungan yang nilainya maksimal.

Sekarang ini di Indonesia tantangan yang sedang dihadapi ialah pengaruh negatif dari orang yang suka bermain game. Banyak yang beranggapan main game itu bikin malas, kurang tidur dan menghabiskan uang karena membutuhkan modal yang cukup besar. Berkat Paul yang berhasil menciptakan game TAGG, kini anggapan itu sudah bisa di tepis.

Itulah kisah Paul Teng yang kini sukses karena hobinya bermain game. Saya berharap teman-teman semua yang hobinya main game bisa menciptakan strategi bisnis baru yang berbau game sehingga teman-teman menjadi orang yang sukses, sama seperi Paul Teng.