President di tengah tenaga kerja konstruksi

MEMBERI 9.700 SERTIFIKAT

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimyljono memberikan sertifikasi 9.700 energi kerja tunjangan profesi.

Hal itu sejalan dengan UU no.2 tahun 2017 mengenai kewajiban tenaga kerja konstruksi punya sertifikat keterampilan (skt) sertifikat keahlian (ska) kompetensi.

Acara penyerahan tunjangan profesi pada gelar pada Gelora Bung Karno, Senayan. Kegiatan tersebut digelar secara serentak di 7 kota yaitu, Banda Aceh, Palembang, Makasar, Surabaya, Banjarmasin, Jayapura, dan Jakarta.

Presiden Jokowi menyayangkan dari tujuh juta tenaga kerja baru 9 % yg tersertifikasi. Lantaran kebutuhan pembangunan infrastruktur ke depan membutuhkan banyak tenaga bersertifikat.

“Baru kira-kira 600 ribu ialah masih sedikit sekali yg pegang sertifikat,” tutur Jokowi pada GBK, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Mantan Gubernur DKI Jakarta mengingatkan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan rakyat tidak akan terbangun sendirinya. Dibalik pembangunan, Jokowi menegaskan adanya kontribusi yg akbar menurut Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, terampil dan terlatih.

“Ini artinya infrastruktur bukan hanya membutuhkan energi konstruksi dalam jumlah yang besar . Tapi kita juga perlu menyiapkan tenaga kerja konstruksi yg terlatih, terampil bersertifikat,” kata Jokowi.

Untuk menambah jumlah energi kerja konstruksi bersertifikat. Kementerian PUPR mempunyai program percepatan tunjangan profesi dengan membuatkan beberapa metode.

Pada energi kerja taraf pakar menggunakan metode distance learning atau belajar jeda jauh berbasis teknologi warta. Tenaga kerja yg melakukan uji dapat mengakses melalui https://sibima.Pu.Go.Id.

Sedangkan buat tenaga terampil dapat memakai metode pengamata eksklusif pada lapangan (on site project), pembinaan mandiri & memakai fasilitas mobile trainning unit (MTU).